Seperti sekarang, sudah dari awal April mereka bilang bahwa mereka ingin mengirimkan bungkus indomilk ke undian Indomilk berhadiah piknik ke Legoland Malaysia. Mereka sudah mencoba memasukkan bungkus indomilk tersebut ke amplop kecil dan amplop putih panjang tetapi tidak cukup. Pada akhirnya si Kakak berinisiatif memasukkan bungkus-bungkus Indomilk itu ke dalam 2 amplop yang berbeda. Saya tahu ini mereka lakukan karena tidak ingin merepotkan mamanya yang sedang sibuk dengan kuliahnya. Ketika saya bilang "nggak bisa kak, harus dalam 1 amplop, nanti mama belikan amplop coklat besar ya" mata si kakak berbinar dan penuh harap bungkus-bungkus Indomilk itu segera terkirim. Bungkus-bungkus Indomilk itu merupakan perwujudan dari harapan mereka akan dapat hadiah, walaupun kemungkinan dapat hadiah itu sangat kecil tapi paling tidak mereka masih memiliki harapan, sebuah kata yang sering kali tidak dimiliki oleh orang dewasa sekalipun.
Well.... janji tinggal janji... sampai hari ini, 2 kali saya pulang keinginan mereka belum terpenuhi. Berkali-kali si Kakak mengingatkan "terakhir tanggal 30 april lho ma". Kesibukan kuliah di semester akhir membuat saya tidak sempat pergi ke toko buku atau supermarket. Kakak... maafin mama ya... mama kangeeeeennnn....
Finally... hari ini amplop itu pun terbeli sudah. Semoga kakak dan adek senang dengan amplop ini.
Mungkin bagi orang lain masalah amplop ini adalah masalah sepele, tapi bagi saya tidak. Ini masalah serius karena saya tidak ingin mematahkan semangat, kreativitas dan rasa percaya diri anak-anak saya. Ketika mereka ingin berkreasi asal wajar kami (saya dan suami) akan berusaha memenuhinya.
Mungkin ada yang bertanya "mengapa bukan ayahnya yang membelikan?"
Fyi, suami saya jauh lebih sibuk daripada saya. Pagi-pagi suami saya harus menggantikan peran saya menyediakan sarapan (karena saya jauh dari keluarga), kemudian mengantar anak-anak ke sekolah. Pulang kerja suami saya kuliah sampai malam. Tidak tega rasanya kalau saya masih harus membebani dia dengan hal-hal seperti ini.
Begitulah... semoga semua segera berakhir, kuliah saya segera selesai dengan hasil yang maksimal, tesis saya pun tidak banyak kendala. Sehingga saya bisa mendampingi si Kakak ketika dia menerima buku pertama yang memuat karyanya. Good news.... salah satu cerita karya si kakak akan diterbitkan bersama tulisan beberapa penulis cilik lainnya. Impian kami satu demi satu menjadi kenyataan, semoga ayah dan adek juga segera dapat mewujudkan impian-impian mereka. Allah, bantu kami....
Salam,
Akar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar