Rabu, 23 April 2014

Mbak Rika...

Tiba-tiba saya teringat seorang teman lama, namanya Mbak Arika, kami memanggilnya Mbak Rika.  Beliau teman kost saya waktu kuliah di Bogor.  Usia beliau kira-kira 10 tahun diatas saya.  Beliau bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Surabaya, saat itu beliau berstatus Mahasiswa S2 di Univ Brawijaya yang sedang melakukan penelitian di Lab yang sama dengan saya, 1 dosen pembimbing.

Beliau seorang ibu dari 2 putri (saat itu) yang dengan sangat terpaksa harus beliau tinggalkan karena tuntutan studinya.  Beliau seorang yang tangguh, sangat tangguh.  Setiap Hari Jumat beliau selalu pulang, dan kembali ke Lab pada Hari Senin pagi.  Kebetulan lab kami berada tidak jauh dari pool Pahala Kencana. Jadi setiap jumat beliau ke lab dengan membawa tas perlengkapan pulang kampung karena bis berangkat jam 2 siang.  Beliau juga seorang yang ramah dan pekerja keras.  Selalu berangkat paling pagi dan pulang terakhir (setelah saya, setelah beliau selesai dari lab saya menjadi orang terakhir yang meninggalkan lab).  Jarak dari kost an kami ke lab kira-kira 30 menit sampai 1 jam perjalanan (Bogor-Cibinong terkenal macetnya), sehingga kami harus berangkat jam 6.30 dari kost an dan sampai di kost an lagi maghrib atau setelah maghrib).  Sesampai di kost an Mbak Rika langsung masuk kamar, tidur setelah isya dan bangun jam 1 atau jam 2, belajar.  Heiiiiii.... tanpa sadar saya sekarang mengikuti pola hidupnya... :)

Pada saat itu (1999-2000) telpon genggam adalah barang yang sangat mewah dan mahal, sehingga kami masih mengandalkan telpon rumah dan warnet.  Demikian juga Mbak Rika, tak jarang anaknya telpon hanya untuk sekedar melaporkan keberadaan mereka saat ini, kadang anaknya cerita mau ke rumah eyangnya, lain waktu cerita kalau badannya ndak enak.  Saat itu saya hanya bisa menatap dengan penuh kekaguman, kok bisa ya ada orang yang begitu kuat fisik dan mentalnya.  Fyi, dosen pembimbing kami menurut saya adalah orang yang paling cerewet dan killer (bila dibandingkan dengan dosen pembimbing saya di kampus yang begitu lembut dan keibuan), tetapi menurut Mbak Rika, beliau belum apa-apa dik, masih ada yang jauh lebih killer, nimati saja.  Alhamdulillah, ternyata benar kata Mbak Rika, finally, saya bisa juga menata hati saya untuk tidak menganggap dosen saya killer, justru saya berterima kasih karena dengan kekilleran beliau dan kelembutan dosen pembimbing 1 saya akhirnya saya bisa lulus dengan hasil yang sangat memuaskan.  Dulu saya senang sekali mendengar cerita-ceritanya, apa saja, tentang keluarganya, anaknya, perjalanannya, pekerjaannya, apa saja... 

Kembali ke Mbak Rika, takjarang Mbak Rika pergi ke warnet, sekedar untuk mengontrol keadaan anak-anaknya.  Subhanalloh, di tengah kesibukannya beliau masih sempat memikirkan anak-anaknya.  Helllloooowwwww.... penelitian Mbak Rika tergolong berat lho.  O, ya, kami melakukan penelitian di Lab Kultur Jaringan dan Genetika Puslibang Bioteknologi LIPI Cibinong.  Saya meneliti kultur jaringan Sengon dari tunas pucuk tanaman dewasa (4 dan 8 tahun) sedang Mbak Rika meneliti genetika (kalau tidak salah tentang granulasi/pengawetan apa gitu).  Hiks... kenangan yang indah untuk dikenang... walaupun waktu itu terasa sangat berat untuk dijalankan.

Sekarang saya kehilangan jejak Mbak Rika, terakhir saya telpon beliau ketika awal saya menjadi PNS (tahun 2003).  Kangeeeennnn sekali sama Mbak Rika, ingin sekali saya mengatakan "Mbak, dirimu benar-benar tangguh, saya yang hanya menempuh perjalanan 6 jam setiap minggu saja rasanya sudah mau tepar, njenengan setiap minggu menempuh perjalanan Bogor-Surabaya PP, bagaimana rasanya?"

Teruntuk kakak-kakak saya di Lab : Mbak Retno, Mbak Itha, Mbak NengNong eh Mbak Neneng alias Mbak Nancy, terima kasih atas semua bimbingannya... Kalian termasuk orang-orang yang membuat saya menjadi seperti sekarang...

Bila ada yang mengenal Mbak Rika, sampaikan salam saya kepada beliau, sampaikan saya salut padanya, dan tentu saja, saya kangen cerita-ceritanya, nasehat-nasehatnya.... beruntung sekali mahasiswanya memiliki dosen selembut dan sepandai beliau (hasil browsing saya menunjukkan kalau beliau sedang menempuh S3 di Univ Brawijaya.... hiks.... bisakah aku mengikuti jejakmu menempuh S3 mbak???)

Salam,

Akar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar