Jumat, 07 November 2014

Purnama di Kampus Biru

Waktu menunjukkan pukul 18.15 ketika aku melangkahkan kaki keluar dari persembunyian ku sesore ini.  Sebuah tempat nyaman bernama perpustakaan.  Bergegas kuayun langkah menuju tempat parkir motor.  Di luar sudah gelap, tapi suasana masih ramai, banyak mahasiswa yang berolah raga di sekitar gedung utama kampus.

Perlahan kukendarai motor, sedang ada renovasi paving rupanya.  Entah apa yang membuat para pekerja itu masih bekerja sampai malam begini.   Mungkin mereka dikejar waktu.

Di langit bulan sudah meninggi.  Heiiii... purnama... indaaahhhh sekali.  Subhanalloh... piringan cahaya berkilauan itu membawaku ke masa silam.  Masa kecilku nan indah.  Ketika belum ada listrik yang masuk ke desaku.  Setiap purnama kami keluar dan berkumpul di halaman.  Menggelar tikar, mendengarkan sandiwara radio sambil bercanda riang.  Petak umpet adalah permainan wajib kami.  Indahnyaaaaa....

Purnama... aku ingat dulu orang tua kami selalu mengingatkan "hati-hati bila ada rembulan kalangan, itu tandanya ada orang yang melarikan diri dari penjara"

Purnama... aku juga ingat, betapa keakraban itu benar-benar terasa.  Betapa anak-anak dapat merasakan indahnya masa kanak-kanak mereka.   Dan saat itu juga para orang tua dapat memberikan wejangan-wejangannya.

Purnama... kau masih tetap sama dengan yang dulu.  Kamilah yang berubah.   Orang-orang tercinta satu demi satu meninggalkan kami, entah kapan giliranku.

Purnama... aku ingat ketika kecil aku suka menceritakan mimpi-mimpiku padamu.  Mimpi yang satu demi satu mulai dapat ku wujudkan.  Masih ingatkah kau purnama?  Ah, barangkali bukan cuma aku si pemimpi yang suka bercerita padamu.  Wajarlah kalau kau tidak mengingatnya, sedang aku pun hanya mengingat beberapa mimpi saja.

Tiba-tiba aku pun terhenyak... ah... mengapa aku masih di sini... mengapa aku malah berhenti dan sibuk memandangi purnama itu?
Sedangkan malam bergerak melarut.  Sepertinya orang-orang itu pun sepertiku, senang menikmati purnama.   Sudahlah... aku pulang saja... tidak baik perempuan di luar rumah malam-malam.

Purnama... berjanjilah... esok kau akan datang lagi untukku...

Salam,

Akar