Rabu, 28 Oktober 2015

Miss Jogja n You

Hai there...
Siang ini Boss yang duduk di sebelahku memutar lagu-lagu Sheila on 7.  Rasanya ada sesuatu yang bergejolak dalam dada ini.  Kangen... mendadak aku ingin kembali ke masa itu, masa-masa berjuang  meraih mimpi.

Sejak awal perkenalan kita aku sudah merasa ada sesuatu yang istimewa padamu.  Sesuatu yang entahlah, Tak mampu aku mengungkapkan.  Apa ya... beda... mungkin itu kata yang tepat untuk mengungkapkannya.  Atau barangkali... unik ?  Yaaa... mungkin itu lebih tepat.

Jogja...
Irama harianmu yang penuh warna , membuatku merindukanmu.
Aroma cerdasmu nan sexy (so sorry pinjam kata-kata dari seorang teman) membuatku ingin kembali..,
Kembali bertemu denganmu
Kembali merasakan naungan hangatmu
Kembali menjadi yang istimewa di depanmu
Kembali menjadi bagian yang unik dan beda... sepertimu...

Hai there...
Just wanna say...
"Just stay the same"
"You are so special with your uniqe personality"

*Jogja... kapan aku dapat kembali merasakan aroma hangat cerdasmu?*

Salam,

Akar

Mulut

Apa arti mulut menurutmu?
Apakah hanya sekedar hiasan wajah?
Atau pelengkap tubuh makhluk?

Mulut adalah penentu
Apakah kau akan mempunyai banyak teman atau musuh
Apakah kau akan menjadi berwibawa atau terhina

Satu kalimat yang tidak ditempatkan dengan benar
Dapat membuat orang yang paling setia  kehilangan kesetiaannya
Dapat membuat orang kehilangan rasa hormatnya
Dapat membuat orang kehilangan kebahagiaannya
Dapat membuat sesuatu yang menggembirakan menjadi kesedihan tak berujung

Mulut...
Sesuatu yang dapat membawa rahmat maupun bencana
Hati-hati...
Jaga mulutmu
Jaga ucapanmu

Berkata yang baik atau diam...

Salam, 

Akar

Jumat, 05 Juni 2015

Out of the Blue

Apalah artinya duka bila air mata telah tiada...
Apalah artinya bahagia bila tawa pun enggan menyapa...
sulit bagiku untuk mengungkapkan rasa ini
kelu lidah ini untuk berkata
perih di dalam dada terasa sangat menyesakkan...
ingin teriak tapi entah kemana hilangnya suara

Mengapa semua ini terjadi...
mengapa harus dia yang kusayang?

Pedih rasanya bila mengingatnya...

Kuatkan dia...
Tabahkan kami...

Salam,
Akar

Out of the Blue...

Malam ini bulan indah sekali
Tidak purnama tapi masih lebih dari separuh
Putih keperakan
Indah...

Bulan itu seperti mengajakku bermain
Dia mengikuti langkahku
kadang menghilang di balik pepohonan dan bangunan
tak lama muncul kembali di depanku

Bulan...
Sampaikan pada dia di sana
tabahlah...
kuatlah...
tegarlah setegar karang...
semangatlah...
Setidaknya  untukku...demi aku...
dan demi kami...

Salam,
Akar


Rabu, 13 Mei 2015

An imaginery Talk...

hi there...
I miss you... all of you...
I want to have a very long conversation (as always) when we meet each other
You said "that place is so nice, someday we must have a drink there"
n I will never go there unless with you...

Aku tahu itu tidak akan terjadi... kapan pun,,,
Long conversation... have a drink at the milk cafe...
Cause... You are so far now... too far... there is no way back...
There is no way for us both to meet each other...

fiuhhhh... how i miss you my bestiest...
wish you will always be happy "there"

Salam,
Akar

ps:
Me: hai, bisa nggak puisi kacangan kayak diatas diangkat menjadi sebuah novel?
Friend: bisa aja sih... tapi masalahnya... ada yang mau baca nggak?
Me: ah.... kau... seneng banget sih bikin orang jadi down... pengen jadi novelis nih...
Friend: oh, OK... jadi maumu aku bilang apa? Wow... bakal jadi best seller nih...wow... kamu memang jenius... begitu?
Me: ya... nggak gitu juga sih... ah... gak tau ah... you know me so well sih... thanks for being my BFF and knowing me that much... and be honest to me everytime...
Friend: and... that's what friends are for... isn"t it?


Sabtu, 11 April 2015

Romantis itu...

Malam beranjak larut tetapi salah satu grup Whatsapp yang aku ikuti masih gayeng dengan obrolan seputar langit malam.  Tiba-tiba admin grup tersebut mensugesti kami yang masih mengikuti obrolan untuk keluar karena langit sedang cerah dan bulan bersanding dengan indahnya bersama Saturnus.  Bersama dengan itu Sang Admin juga menyertakan screen shoot dari Stelarium.  Salah satu peserta berteriak kagum melihat langit malam dan membuatku ingin segera keluar.  Aku pun melirik jam yang ada di dinding, huft,,, menjelang tengah malam rupanya. Anak-anak sudah tertidur lelap dan di kamar sebelah suamiku sedang sibuk dengan laptopnya.  Aku pun berjingkat keluar kamar anak-anak.

Akhirnya... "Ayahhhhh... (dengan nada dibuat semesra mungkin...) temani aku keluar yuk, mau lihat Saturnus nih" bujukku sambil memakai jilbab.
Dengan bergegas suamiku mengikuti langkahku keluar rumah.  Subhanalloh... indahnya langit malam ini... Langit yang diliputi awan tipis semakin tampak terang karena pantulan cahaya bulan.   Awan terlihat bercahaya dan berwarna orange.  Tampak sebuah benda bercahaya di sebelah bulan yang saat itu dikelilingi halo bulan (atau dalam Bahasa Jawa disebut Rembulan Kalangan).  Aku pun melirik gambar yang dikirim dalam grup WA.  Itu pasti Saturnus, dia tidak berkedip, dia planet,bukan bintang.  Di sisi kanan agak ke bawah dari Bulan ada bintang berkedip berwarna orange.... yesss... antares atau alpha scorpius dari Rasi Bintang Scorpio.
Tiba-tiba suamiku berkata "itu salib selatan atau crux, di sebelahnya ada bintang terang namanya Rigil Kent"
Si Gubug Penceng alias penunjuk arah selatan terlihat menawan malam ini, demikian juga Rigil Kent atau alpha centauri.
Tidak banyak bintang yang terlihat malam ini sehingga kami kesulitan mencari ekor Si Scorpio yang menjadi tantangan dari admin grup. Yang terlihat justru Sang Jupiter nun di atas barat sana, sendirian...

Bergantian kami menunjukkan dan menjelaskan tentang benda langit yang kami lihat, sambil sesekali saling menatap.  ehemmm... bagian ini sengaja dibuat hiperbolik supaya yang belum punya pasangan resmi segera melegalkan hubungan dan dapat berromantis ria dimana aja... oppsss...

Romantis bagi saya memang sederhana, tidak harus mahal, tidak harus pada moment istimewa.
Menghabiskan waktu bersama suami untuk mempelajari sesuatu dan saling membagi apa yang kami ketahui jauh lebih romantis dari pada makan di restoran berdua.
Romantis bagi kami tidak selalu berakhir dan berhubungan dengan ranjang (maaf bila ada pembaca di bawah umur).
Romantisme tercipta dari rasa saling berbagi dan mengerti.
Saling membantu mengerjakan tugas dapat menciptakan suasana romantis, dan sholat berjama'ah menjadi momen paling romantis dimana suami menjadi imam bagi istrinya, diikuti dengan do'a suami yang diamini oleh istri.

So, romantis tidak harus mahal kan?  Romantis bisa kapan saja kan?

Yaaa... itulah romantis menurut saya, bagaimana dengan anda?

Salam, 

Akar