Jumat, 28 Februari 2014

Sesuatu Yang Hilang

Sejak kecelakaan di depan gang menuju ke kost an akhir tahun yang lalu, saya sedikit trauma untuk menyeberang jalan di depan gang.  Fyi, gang dimana kost an saya berada menghubungkan 2 jalan besar di Yogyakarta yaitu Jalan Kaliurang atau lebih beken dengan jakal dan Ring Road Utara.  2 jalan yang fully crowded, terutama jakal.
Oleh karena itu, setiap pulang kampus saya melewati jalan kampung yang sebenarnya agak memutar dan membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama.  Jalan itu sebenarnya juga ramai tetapi tidak sepadat jakal.  Ketika pertama melewati jalan itu saya juga merasa agak jenuh dan ngeri karena di beberapa tempat sepi dan gelap di waktu malam.
Tetapi lama kelamaan saya menemukan sesuatu yang baru.  Saya baru menyadari ternyata ada yang kurang dari diri saya selama berada di Kota Yogya ini.  Di sini saya hampir tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.  Hati saya serasa mengeras dan muka saya semakin lama semakin kaku.  Hal ini saya sadari ketika pada suatu sore saya melewati sekelompok ibu-ibu yang berkumpul ngobrol di pinggir jalan yang akan saya lewati.  Saya pun menyapa mereka seperti kebiasaan saya ketika di kota asal saya.  
Setelah itu saya merasakan sesuatu mengembang di dada saya....kebahagiaan dan keceriaan...  Ternyata inilah yang hilang dari diri saya.  Terlalu lama berkutat dengan setumpuk buku, diktat dan paper membuat hati saya mengeras, pikiran saya terus menerus terpacu dan muka saya menjadi kaku karena otot-otot pipi jarang saya pakai untuk tersenyum dan menyapa.
Alhamdulillah tempat kost saya yang sekarang berada di suatu tempat yang bisa dibilang bukan murni kompleks kost-kostan, masih banyak penduduk Yogya di sekitar saya.  Sehingga bila saya ingin sekedar bersilaturahmi dan bertegur sapa saya tinggal keluar menuju warung pecel atau tukang laundry dan saya bisa menemukan obrolan penuh keakraban khas Yogya.
Ternyata banyak hikmah yang dapat saya ambil dari sebuah kecelakaan.


Salam,

Akar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar