Sebagai seorang ibu yang sekaligus menjadi mahasiswa dengan status karya siswa alias penerima beasiswa saya dituntut untuk menyeimbangkan beberapa peran sekaligus, ibu, istri dan mahasiswa. Saya yakin saya bukanlah satu-satunya orang yang mengalami kondisi seperti ini, saya juga yakin ada orang lain di luar sana, bahkan mungkin banyak, yang mempunyai beban jauh lebih berat daripada saya. Saya salut kepada mereka.
Hal terberat yang harus saya alami adalah ketika suami dan atau anak sakit. Kondisi ini membuat saya berada pada posisi yang sangat sulit karena saya melanjutkan studi di luar kota dengan perjalanan sekitar 5-6 jam dengan perjalanan darat. Kerumitan terjadi ketika suami dan anak sama-sama sakit dan berbarengan dengan seabrek tugas kelompok yang sudah diambang deadline. Bila saya memutuskan tinggal di rumah dan berkonsentrasi mengurus keluarga maka saya mendzolimi teman-teman saya, tetapi bila saya memutuskan meninggalkan keluarga dan berangkat ke kota tempat saya kuliah maka saya mendzolimi keluarga saya. Begitulah.... saya harus bisa mengoptimalkan kedua hal tersebut. Dan sungguh.... berrraaaatttttt sekali rasanya. Saya ingin segera mengakhiri dilema ini, saya ingin segera meninggalkan bangku kuliah, apadaya, kuliah masih akan berlangsung sampai bulan juni mendatang. Semoga ke depan tidak ada halangan lagi dan saya dapat menyelesaikan semua mata kuliah dan tesis dengan hasil yang maksimal.
Saat ini yang paling saya butuhkan adalah dukungan, do'a dan semangat dari belahan jiwa saya, pasangan sayap saya yang tercinta dan buah hati kami....
Salam,
Akar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar