Akhirnya... "Ayahhhhh... (dengan nada dibuat semesra mungkin...) temani aku keluar yuk, mau lihat Saturnus nih" bujukku sambil memakai jilbab.
Dengan bergegas suamiku mengikuti langkahku keluar rumah. Subhanalloh... indahnya langit malam ini... Langit yang diliputi awan tipis semakin tampak terang karena pantulan cahaya bulan. Awan terlihat bercahaya dan berwarna orange. Tampak sebuah benda bercahaya di sebelah bulan yang saat itu dikelilingi halo bulan (atau dalam Bahasa Jawa disebut Rembulan Kalangan). Aku pun melirik gambar yang dikirim dalam grup WA. Itu pasti Saturnus, dia tidak berkedip, dia planet,bukan bintang. Di sisi kanan agak ke bawah dari Bulan ada bintang berkedip berwarna orange.... yesss... antares atau alpha scorpius dari Rasi Bintang Scorpio.
Tiba-tiba suamiku berkata "itu salib selatan atau crux, di sebelahnya ada bintang terang namanya Rigil Kent"
Si Gubug Penceng alias penunjuk arah selatan terlihat menawan malam ini, demikian juga Rigil Kent atau alpha centauri.
Tidak banyak bintang yang terlihat malam ini sehingga kami kesulitan mencari ekor Si Scorpio yang menjadi tantangan dari admin grup. Yang terlihat justru Sang Jupiter nun di atas barat sana, sendirian...
Bergantian kami menunjukkan dan menjelaskan tentang benda langit yang kami lihat, sambil sesekali saling menatap. ehemmm... bagian ini sengaja dibuat hiperbolik supaya yang belum punya pasangan resmi segera melegalkan hubungan dan dapat berromantis ria dimana aja... oppsss...
Romantis bagi saya memang sederhana, tidak harus mahal, tidak harus pada moment istimewa.
Menghabiskan waktu bersama suami untuk mempelajari sesuatu dan saling membagi apa yang kami ketahui jauh lebih romantis dari pada makan di restoran berdua.
Romantis bagi kami tidak selalu berakhir dan berhubungan dengan ranjang (maaf bila ada pembaca di bawah umur).
Romantisme tercipta dari rasa saling berbagi dan mengerti.
Saling membantu mengerjakan tugas dapat menciptakan suasana romantis, dan sholat berjama'ah menjadi momen paling romantis dimana suami menjadi imam bagi istrinya, diikuti dengan do'a suami yang diamini oleh istri.
So, romantis tidak harus mahal kan? Romantis bisa kapan saja kan?
Yaaa... itulah romantis menurut saya, bagaimana dengan anda?
Salam,
Akar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar